Rita Uli Hutapea - detikNews
Teheran - Pemerintah Iran terus mengecam setiap bentuk intervensi militer di Libya. Bahkan Iran menuding, negara-negara tertentu khususnya Amerika Serikat, telah menggunakan dalih "membela hak-hak rakyat Libya" sebagai alasan intervensi militer mereka.
"Mereka melakukan upaya-upaya besar untuk berpura-pura bahwa peristiwa serupa yang berlangsung di Afrika Utara dan Timur Tengah akan terjadi di negara-negara independen dan berpengaruh di wilayah ini, khususnya Republik Islam Iran," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast kepada para wartawan dalam konferensi pers mingguannya di Teheran.
"Ini tipuan besar dalam sikap politik dan langkah-langkah media negara-negara Barat yang selalu mengklaim membela demokrasi dan HAM," cetus petinggi Iran itu seperti dilansir media Iran, Press TV, Selasa (8/3/2011).
Menurut Mehmanparast, AS dan sekutu-sekutunya lebih baik memberantas akar-akar kesombongan daripada terus menyusun rencana untuk keberadaan militer mereka di wilayah tersebut.
Mehmanparast menekankan, perkembangan yang terjadi di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini merupakan "pukulan bagi kepentingan negara-negara Barat tertentu dan para pendukung rezim zionis."
Presiden AS Barack Obama sebelumnya mengatakan bahwa pasukan NATO tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk opsi militer, terkait krisis Libya.
Gedung Putih bahkan juga sedang mempertimbangkan apakah akan mempersenjatai kelompok-kelompok oposisi di Libya. Namun sebelum memutuskan soal itu, AS masih harus terus menjalin kontak dengan kubu oposisi di Libya guna mempelajari apa yang terjadi dan apa yang diinginkan mereka.
sumber : detik.com
Iran Kecam Intervensi Militer Berdalih Membela Rakyat Libya
Written By Saiful Bahri on Selasa, 08 Maret 2011 | 02.55
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar