Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Yusuf Supendi Dinilai Bagian Skenario untuk Sudutkan PKS

Written By Saiful Bahri on Rabu, 23 Maret 2011 | 06.34


Irwan Nugroho - detikNews 
Jakarta - Berbagai macam isu tidak sedap berhembus ke Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belakangan ini, termasuk yang dilontarkan oleh Yusuf Supendi. Seluruh isu itu diduga satu rangkaian untuk menyudutkan PKS menjelang Pemilu 2014.

"Jadi ini memang satu skenario, satu rangkaian isu yang disiapkan betul. Bisa menggunakan orang yang pernah ada di PKS, bisa juga orang dari luar," kata Wasekjen PKS Mahfudz Siddiq di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (23/3/2011).

Mahfudz mengatakan, sebelum Yusuf Supendi muncul dengan berbagai tuduhan-tuduhannya, sempat tersebar rumor yang ditujukan kepada Sekjen PKS Anis Matta. Rumor itu terkait beredarnya video mesum yang pelaku prianya mirip dengan Anis.

"Dan informasi yang sahih memang setelah kasus Yusuf Supendi ini juga akan muncul kasus lain yang akan diarahkan ke PKS," ungkap Mahfudz.

Dari isu-isu tersebut, lanjut Ketua Komisi I DPR ini, PKS tidak akan berlebihan dalam memberikan tanggapan. Terlebih tuduhan yang disampaikan oleh Yusuf Supendi, yang merupakan mantan pendiri Partai Keadilan, cikal bakal PKS.

"Artinya kita tidak akan menanggapi sekarang. Kalau sekarang jadi kayak debat kusir saja. Apa yang kami jawab, Pak Yusuf akan ngomong sesuai versinya, kan? Jadi biarin saja dulu sampai selesai ngomongnya," kata Mahfudz.

Lagi pula Mahfudz mengaku PKS sudah terlalu capek berurusan dengan Yusuf. Proses pemecatan Yusuf dari PKS berlangsung sangat panjang.

"Kami sudah lama di PKS memproses ini, ya, capek juga. Kalau BK (Badan Kehormatan DPR) mau ikut capek, silakan. KPK mau ikut capek, silakan. Nggak ada masalah," cetus Mahfudz.

Seperti diketahui, Yusuf belakangan ini menjadi buah bibir karena mengungkap aneka kabar miring para petinggi PKS. Mulai dari penggelapan dana Pilkada cagub Adang Daradjatun yang diduga dilakukan Anis Matta hingga poligami tidak sah di kalangan petinggi PKS.

0 komentar:

Posting Komentar